Hatukaturu Henamantelu (batu yang keluar)

Sunset di Pantai HatuFoto by Debbie Samson

Ibadah Perayaan Natal Hatu Jakarta (11 Januari 2014)

Sabtu, 11 Januari 2014 merupakan hari bahagia dimana seluruh warga Negeri Hatu yang berada di Jakarta dan sekitarnya berkumpul untuk merayakan Hari Natal dalam sebuah Ibadah syukur.

Ibadah dilayani oleh Ibu Pdt. Gilda Laturiuw-Nampasnea, yang juga merupakan anak cucu Negeri Hatu yang kini menjalankan tugas pelayanannya di Jakarta. Datang bersama suami dan 3 (tiga) orang anak, keluarga kecil ini terlihat begitu menikmati pertemuan indah bersama orang tatua dan basudara yang berada di perantauan.

Dalam Khotbah Natalnya Ibu Pdt. Gilda menekankan tentang bagaimana Allah memberikan tempat yang sama kepada seluruh umat manusia, dan bahwa berita tentang kelahiran Tuhan Yesus tidak hanya disampaikan kepada orang-orang besar yang berkuasa, orang-orang baik tapi justru kepada mereka yang lemah dan terpinggirkan. (video penggalan khotbah seperti diatas)

Video penyalaan lilin induk :

Ibadah perayaan Natal semakin semarak dengan beberapa lagu pujian yang dinyanyikan oleh VG. Hatu Jakarta, Ibu Sih Raharjani Risamasu, Adik Catherine Pasanea, Bpk. Pieter Risakotta, Bpk. Pieter Hehanussa, The Picaulima’s (Cucu2 dari Opa Alex Picaulima), Sdr. Morris Laturiuw, dan lain-lain.

Bentuk Lonceng Gereja Bethlehem Hatu

Tampak dari Depan

Basudara Hatu dimana saja berada, dengan penuh kebanggaan dan kebahagiaan, berikut dipublikasikan kepada basudara samua bentuk Lonceng Gereja Bethlehem Hatu yang dibeli di Negeri Belanda. Bukan kuat dan bukan gagah dari katong manusia yang berdosa ini, namun semua adalah campur tangan dan kehendak Tuhan Allah Sang Pencipta yang katong sembah itu.

Lonceng Gereja ini berukuran sebagai berikut : Tingginya 40 cm, Diameter 47 cm, berat 70 kg, lingkar lonceng ini 147,58 cm.

Sedikit kilas balik tentang dana yang didapatkan untuk membeli Lonceng Gereja ini (lengkapnya nanti akan dibuat dalam blog terpisah bersamaan dengan peresmiannya). Dana didapat pada saat acara KKR pada tanggal 14 Desember 2010 yang dilakukan oleh Panitia Acara Hatu Bakudapa 2010. Total dana yang disumbangkan oleh Gereja Mawar Saron Jakarta, dibawah pimpinan Pdt. Jacob Nahuway sebesar  Rp. 125 juta. Dana ini kemudian dipost-kan untuk pembangunan fisik menara lonceng. Dana yang lain juga disumbangkan oleh basudara-basudara di Negeri Hatu melalui Iuran per keluarga dan disumbangkan juga oleh basudara yang berada di tanah perantauan.

Baca lebih lanjut

Arti Kehidupan Di Balik Senyuman Anak Kecil

4 (empat) orang jagoan kecil yang berada dalam video ini adalah Cleo, Feliz, Raphael Samson dan Nino Samson. Anak-anak yang ceria, pinter dan manis-manis tentunya.🙂 Nah, lihatlah pesan semangat dan optimisme yang terpancar melalui senyuman dan tingkah laku dari malaikat-malaikat kecil ini. Menyenangkan dan menggemaskan bukan ?🙂 yuuuukk nikmati pose mereka yg dibarengi dengan alunan lagu sendu dari Maywood – Mother

Dedicated to our Grandma, Grandpa, Mums, Dads, Uncles, Aunties, Brothers and Sisters. Luv u all

Cheers

Cleo, Feliz, Rafa & Nino

Asal Oesoel Hari Valentine

Valentine’s Card for You

Hari Valentine selalu identik dengan warna pink dan didominasi oleh hati berwarna pink  yang dipanah oleh Cupid (dewa cinta). Perayaannya sekarang? oalalala, jangan ditanyain deh.. Padahal asal-usul perayaan ini justru sangat berbeda jauh dengan simbol-simbol cinta ini.

Trus sebenarnya asal-usul perayaan hari Valentine itu dari mana sih? hayuuuuk sini ikutin ceritanya..🙂

Valentine sebenarnya adalah seorang biarawan Katolik yang menjadi martir. Valentine dihukum mati oleh kaisar Claudius II karena menentang peraturan yang melarang pemuda Romawi menjalin hubungan cinta dan menikah karena mereka akan dikirim ke medan perang.

Ketika itu, kejayaan kekaisaran Romawi tengah berada di tengah ancaman keruntuhannya akibat kemerosotan aparatnya dan pemberontakan rakyat sipilnya. Di perbatasan wilayahnya yang masih liar, berbagai ancaman muncul dari bangsa Gaul, Hun, Slavia, Mongolia dan Turki. Mereka mengancam wilayah Eropa Utara dan Asia. Ternyata wilayah kekaisaran yang begitu luas dan meluas lewat penaklukan ini sudah memakan banyak korban, baik dari rakyat negeri jajahan maupun bangsa Romawi sendiri. Belakangan mereka tidak mampu lagi mengontrol dan mengurus wilayah yang luas ini.

Baca lebih lanjut

Hatulessy Cipt. (Alm) Opa Gerid Picaulima

Mendengar lagu ini bikin aer mata tatumpah.. Sioh Hatu akang jaoh lawang ee.. tapele gunung deng tanjong.. lah sabang hari beta cuma bisa dudu tongka dagu voor inga-inga beta pung basudara gandong yang jauh disana.. kalu su malang beta dudu manyanyi.. ayoooeee.. su paleng rindu mau pulang ka Hatu.. Sioh Tete Manis eee.. tolong jaga katong samua jua.. kase katong umur panjang supaya bisa bakudapa lai..😦

Jangan lupa tinggalkan komentar di kotak komentar yah🙂

Maluku Manise Cipt. John Putuhena

Children in Action – Hatu Bakudapa


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.