Hatukaturu Henamantelu (batu yang keluar)

Monthly Archives: Januari 2011

Iklan

Ditulis khusus untuk basudara Anak Negeri Hatu di tanah perantauan yang tidak sempat ikuti Acara Hatu Bakudapa 27 Desember 2010. Berikut sekilas acara yang sengaja dibuat semampunya dalam bentuk gambar.. semoga ini akan menghapuskan rasa rindu yang dalam dengan saudara-saudara gandong di Negeri Hatu dan menghapus rasa rindu dengan Tanah Tumpah Darah yang jauh dimata, yang terhalang oleh gunung dan tanjung.. selamat menikmati.. semoga bermanfaat…

28 September 2010, Diawali dengan kegiatan Pengobatan Gratis,  yang dilakukan secara terpusat di Puskesmas Pembantu Negeri Hatu. Pengobatan ini dilayani oleh dr. Booy Lawalata, Perawat gigi Wayan dan dibantu oleh 16 perawat lainnya, termasuk kepala puskesmas pembantu negeri Hatu Ibu Yoyo Talahatu. dalam kegiatan sosial ini, tercatat kurang lebih 150 pasien melakukan pemeriksaan dengan penyakit yang berbeda-beda.. kegiatan tersebut mendapat tanggapan positif dari seluruh masyarakat negeri Hatu.

Pada sore  hari, kegiatan dilanjutkan dengan Seminar Injil Masuk Negeri Hatu, dengan pembicara Pdt. Dr. Aliona, moderator Pdt. Rudy Rahabeat.

14 Desember 2011, Acara Seminar & KKR (Kebaktian Kebangunan Rohani) dengan Tema Seminar “Spiritual Keluarga Kristen” dan Tema KKR “Bersyukur Kepada Tuhan, Sebab DIA Baik Kepada Umat-Nya” Pembicara pada Seminar & KKR tersebut adalah Bpk Pdt. Dr. Jakob Nahuway, MA yang datang bersama Tim dari Jakarta. Terlihat ikut bersama Bpk. Ruhut Sitompul, SH (Anggota DPR-RI)

Foto by Robby Risamasu

Foto by Robby Risamasu

 

 

 

 

 

 

Baca lebih lanjut


Foto by Debbie Samson

Negeri Hatu  memiliki komunitas masyarakat yang majemuk. Sejarah mencatat bahwa asal mulanya kedatangan bangsa-bangsa di Negeri Hatu pertama kali oleh bangsa Alifuru yang terdiri  atas empat marga, kemudian dikelompokan dalam suatu komunitas  kecil yang dikenal dengan nama Soa Souhuat. Selanjutnya datang lagi  komunitas bangsa kedua yang disebut Soa Hatulessy, terdiri atas empat marga. Kemudian bangsa yang ke tiga dikenal dengan nama Soa Malupang hanya terdiri atas satu marga. Ke tiga kelompok soa ini hidup menempati tempat yang terpisah,  masing-masing komunitas hidup dalam suatu persekutuan, dan tetap menjalin kebersamaan hidup yang baik diantara ketiga soa tersebut.

Baca lebih lanjut


Sunset di Pantai HatuFoto by Debbie Samson



Foto by Debbie Samson

Friends, pernahkah kalian mendengar Desa Hatu atau Negeri Hatu? Rasanya gak pas jika kalian berkunjung ke Kota Ambon, tapi gak mampir di Kampung yang terkenal dengan Batu, Pantai dan Buah-buahan itu. Nah, biar kalian punya sedikit referensi.. simak blog ini yah. Kalaupun gak jadi datang ke Hatu, paling gak kalian sudah memiliki sedikit pengetahuan tentang Desa/Negeri Hatukaturu Henamantelu. (sejarahnya nanti kalian ikuti terus dalam blog ini yah)

Gula Bulu

Negeri Hatu atau Hatukaturu Henamantelu adalah sebuah Negeri adat yang berada di Propinsi Maluku terletak di Pulau Ambon dan termasuk dalam wilayah kekuasaan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, dengan jumlah penduduk sekarang sekitar  3.500 jiwa (900 KK). Rata-rata mata pencaharian dari penduduknya adalah sebagian besar tergolong petani darat dan laut dan hanya sebagaian kecil saja yang tergolong PNS dan TNI-POLRI. Masyarakat di Negeri Hatu selain yang berdomisili di Negeri Hatu, tetapi ada juga yang hidup di tanah perantauan seperti di kota Ambon, diberbagai pelosok tanah air di Indonesia maupun di luar Negeri seperti di Belanda. Baca lebih lanjut