Hatukaturu Henamantelu (batu yang keluar)

Negeri Hatu  memiliki komunitas masyarakat yang majemuk. Sejarah mencatat bahwa asal mulanya kedatangan bangsa-bangsa di Negeri Hatu pertama kali oleh bangsa Alifuru yang terdiri  atas empat marga, kemudian dikelompokan dalam suatu komunitas  kecil yang dikenal dengan nama Soa Souhuat. Selanjutnya datang lagi  komunitas bangsa kedua yang disebut Soa Hatulessy, terdiri atas empat marga. Kemudian bangsa yang ke tiga dikenal dengan nama Soa Malupang hanya terdiri atas satu marga. Ke tiga kelompok soa ini hidup menempati tempat yang terpisah,  masing-masing komunitas hidup dalam suatu persekutuan, dan tetap menjalin kebersamaan hidup yang baik diantara ketiga soa tersebut. Dalam wujud kehidupan yang dilandasi pada asas kebersamaan ini, maka ketiga soa  ini memandang perlu untuk membentuk suatu komunitas yang besar yang diberi nama  Aman atau Negeri. Aman atau Negeri yang terbentuk inilah yang dikenal dengan nama Negeri Hatu (Hatukaturu Henamantelu).

Perkembangan selanjutnya setelah Negeri telah terbentuk dan masuknya Penjajah silih berganti (Portugis, Inggris dan Belanda) di Bumi Indonesia dan lebih khusus di Maluku yang berkuasa sekian tahun lamanya, disaat itu pula Penjajah Belanda membentuk sistem-sistem  Pemerintahan bagi Negeri-negeri di seluruh Maluku, termasuk salah satunya Negeri adat adalah Negeri Hatu. Perkembangan demi perkembangan maka mulailah berdatangan marga-marga dari berbagai asal yang datang mendiami Negeri Hatu dan bergabung ke dalam masing-masing Soa di atas dan perkembanganya sampai sekarang.

Negeri Hatu atau Hatukaturu Henamantelu adalah sebuah Negeri adat yang berada di Propinsi Maluku terletak di Pulau Ambon termasuk dalam wilayah kekuasaan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, dengan jumlah penduduk sekarang sekitar  3.500 jiwa (900 KK). Rata-rata mata pencaharian dari penduduk Negeri Hatu adalah sebagian besar tergolong petani darat dan laut dan hanya sebagaian kecil saja yang tergolong PNS dan TNI-POLRI. Masyarakat di Negeri Hatu selain yang berdomisili di Negeri Hatu, tetapi ada juga yang hidup di tanah perantauan seperti di kota Ambon, diberbagai pelosok tanah air di Indonesia maupun di luar Negeri seperti di Belanda.

Ikatan persekutuan warga Hatu yang berada di tanah-tanah perantauan walaupun jauh tetapi selalu rindu untuk membantu membangun berbagai keputusan-keputusan mengenai perkembangan pembangunan Negeri Hatu baik itu dari aspek Pemerintahan maupun Gereja dan hal inilah selalu menjadi kenyataan ketika berita menyangkut kebutuhan Negeri Hatu terdengar sampai ketelinga mereka dan biasanya aspirasi anak-anak Negeri Hatu di perantauan inilah yang sangat diandalkan dan diharapkan.

 

Copy Paste dari Buku Panduan Hatu Bakudapa 2010


7 Comment(s)

  1. iamphotographer

    2 Maret 2011 pukul 12:39 am

    Nice… aq suka ama misi yg d bawa blogmu… salam



  2. nyong ambon

    26 Januari 2012 pukul 1:07 am

    tolong dong sejarah lengkap negri hatu,,,,dan juga raja pertama sampai skrng,,,



  3. ima wattimena

    17 Januari 2014 pukul 11:25 am

    bagikan saya silsilah pam di negri hatu ya,,,saya butuh untuk data yayasan saya



  4. linanarua18

    9 Agustus 2015 pukul 12:11 pm

    tolong yah sejarah hatu nya jelas dong dan lengkap,, soalnya tugas asal usul tentang negri hatu ini,, tolong yh ??
    makasih sblmnya,,
    GBU O:)



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: