Hatukaturu Henamantelu (batu yang keluar)

Musyawarah Anak-Anak Negeri Hatu adalah salah satu rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh Panitia Hatu Bakudapa 2010 yang bertujuan untuk membangun ikatan kebersamaan dan kekeluargaan diatara anak-anak Negeri Hatu di seluruh dunia (yuhuuu.. luas amet yee? hehe :)) Pelaksanaannya dilakukan pada tanggal 30 Desember 2010 yang bertempat di gedung gereja Bethlehem GPM Hatu.

MANH (singkat ajah deh.. hehehe :-)) diadakan untuk membahas aspek-aspek prioritas yang berperan penting untuk meningkatkan pembangunan karakter maupun pembangunan struktur dan infrastruktur di Negeri Hatu Maniseeeeee.

Nah, inilah beberapa aspek yang menjadi pembahasan penting dalam forum yang bersejarah itu ;

  1. Aspek Pendidikan
  2. Aspek Lingkungan (potensi SDA sesuai kearifan lokal: Laut, Darat, Objek vital pariwisata, serta kebijakan atau aturan-aturan)
  3. Aspek Sosial Budaya
  4. Sistem Pemerintahan yang sesuai hukum dan tatanan adat istiadat yang berlaku
  5. Seminar pengendalian Miras & Kamtibmas
  6. Aspek Ekonomi

Bentuk Undangan Acara Musyawarah Anak-Anak Negeri Hatu

 

 

 

 

 

 

Seperti halnya dengan seminar-seminar, workshop maupun lokakarya yang diselenggarakan dalam forum-forum yang besar, MANH ini juga memiliki Tema dan Sub Tema yang cukup inovatif, inspiratif dan edukatif.

Tema : “Membangun Negeri Hatu ditinjau dari pespektif lokal dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan”

Sub-Tema : “Menjalin kebersamaan dan rasa persaudaraan yang tinggi untuk mewujudkan kehidupan masyarakat Hatu yang Mandiri, Damai dan Sejahtera”

Visi dan Misi juga telah dirumuskan oleh Panitia Hatu Bakudapa 2010 untuk memacu setiap perserta  forum agar dapat berargumentasi dan berwacana. Dan hasil akhir dan atau hasil keputusan bahkan pernyataan sikap dari semua Anak-anak Negeri Hatu ini mengacu pada Visi dan Misi terebut.

VISI :

Menjadikan Negeri Hatu sebagai suatu komunitas masyarakat/jemaat yang hidup dalam Ikatan Persaudaraan berlandaskan Iman Kristiani

MISI :

  1. Menyelenggarakan suatu kehidupan masyarakat/jemaat yang dilandasi pada Iman, Kasih Persaudaraan Kekristenan Sejati yang berkualitas
  2. Mendorong terwujudnya ketahanan moral dan spiritual masyarakat yang hidup Aman, Adil dan Beradab
  3. Mengoptimalkan seluruh Sumber Daya Alam dan Lingkungan berdasarkan Azas Kemanusiaan bagi Kesejahteraan dan Kemakmuran Rakyat
  4. Menjalin Kerjasama dengan Stakeholders di berbagai bidang guna Mendukung Penyelenggaraan Pembangunan di Negeri Hatu, baik ditingkat Lokal, Regional, Nasional dan Internasional

Foto by Debbie Samson

 

 

 

 

 

 

 

 

Acara musyawarah ini dikemas dalam bentuk dialog interaktif, atau mungkin juga diskusi panel atau apalah istilahnya (maaf gak ikut acaranya, jadi hanya menterjemahkan dari foto-foto ajeee… hehe🙂 yg tau format atau konsep dari acara ini nanti dikomentari dikotak komentar pada bagian bawah artikel ini yah)

Moderator dari acara ini adalah Bpk. Gustaf Manuputty (Hatu-Manokwari). Upsss, ada yang tau definisi dari Moderator gak? dikasih tau artinya yah.. (yang sudah tahu artinya, tersenyum manis ajah lah yah.. hehehe :)) Moderator adalah Orang yang memimpin sidang, rapat atau diskusi. biasanya orang ini yang mengarahkan diskusi atau rapat atau sidang, dan tidak bertindak sebagai pengambil keputusan akhir dari rapat, diskusi atau sidang itu. Mantap! sekarang sudah tahu kan artinya? lanjut ke tempat lain yuuuuukkk…🙂 MC (master of ceremony) atau Pembawa Acara dari acara ini adalah Ibu Thresye Risamasu.

Ibu Thresye Risamasu (MC)
Bpk. Gustaf Manuputty (Moderator)

 

 

 

 

 

 

 

Panelis

 

 

 

 

 

 

 

Diskusi dari acara musyawarah anak-anak Negeri Hatu ini berkembang dengan variasi usulan, pertanyaan, wacana-wacana bahkan ada pula yang membentuk opini-opini publik yang sangat inovatif. Semua usulan-usulan tersebut dicatat oleh Notulis yang dalam hal ini adalah Koordinator Acara Hatu Bakudapa 2010 Bpk. Robby Risamasu. Notulis itu adalah orang yang menulis dan atau mencatat Notulen.. nah, Notulen itu adalah catatan mengenai jalannya persidangan, rapat dan diskusi – mulai dari awal sampai akhir. (dikuliahin dikit lah yah.. hehehe :-))

Bpk. Robby Risamasu (Notulis)

 

 

 

 

 

 

 

 

Walaupun datang dari tempat yang terpisah, mereka telah dikumpulkan dalam Musyawarah Anak-anak Negeri Hatu  untuk memberikan usulan dan masukan-masukan demi perkembangan pembangunan Negeri Hatu yang tercinta. Semua berargumentasi bahkan sesekali terjadi benturan-benturan kecil (hii, namanya juga rapat yah), namun semua hanya demi Tanah Leluhur Hatu Maniseee dan bagi masa depan anak cucu kelak..🙂 Semua ide-ide maupun pemikiran-pemikiran yang dimasukan kepada forum ini mencakup aspek-aspek tersebut diatas. Liat aksi mereka dalam foto-foto di bawah yuuukkkk🙂

Ibu Naomi Rumlus (Jakarta)
Bpk. Ekky Tipawael (Sorong)

 

 

 

 

 

 

 

 

Bpk. Elvis Risamasu (Jakarta)
Bpk. Anis Tahuli (Hatu)

 

 

 

 

 

 

 

Bpk. Ishak Leimena (Timika)
Jopy Salamahu (Timika)

 

 

 

 

 

 

 

 

Bpk. Boeche Picaulima (Hatu)
Bpk. Eddy Lekatompessy (Jakarta)

 

 

 

 

 

 

 

 

Bpk. Imanuel Kunda
Bpk. Junus Hehalatu (Sorong)

 

 

 

 

 

 

 

Ibu Ansye Marlisa/R (Hatu)
Yulis Marlisa (Hatu)

 

 

 

 

 

 

 

 

Bpk. Harry Manuputty (Jakarta)
Bpk. Zefanya Salamahu (Hatu)

 

 

 

 

 

 

 

Albertus Manuputty (Hatu)
Marthen Manuputty

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagaimana reaksi Panitia dan badan Pemerintahan menanggapi dan menampung aspirasi dalam forum terbuka ini? Intip lagi yuuuuukkk🙂

Bpk. Salmon Marlisa (Ketua Panitia)
Petrus Tipawael (Sekdes Hatu)

 

 

 

 

 

 

 

Pdt. J. Ch. Batlayeri
Bpk. Robby Risamasu (Koord Acara)

 

 

 

 

 

 

 

 

Dan…….. inilah wajah-wajah peserta acara musyawarah anak-anak Negeri Hatu. Ekspresi yang serius, namun sesekali terlihat begitu santai. Mereka datang dari latar belakang yang berbeda, disatukan dalam forum musyawarah untuk menyatakan sikap demi kemajuan pembangunan Tanah Leluhur..

Foto by Debbie Samson
Foto by Debbie Samson

 

 

 

 

 

 

 

Foto by Debbie Samson
Foto by Debbie Samson

 

 

 

 

 

 

 

Foto by Debbie Samson
Foto by Debbie Samson

 

 

 

 

 

 

 

Foto by Debbie Samson
Foto by Debbie Samson

 

 

 

 

 

 

 

Foto by Debbie Samson
Foto by Debbie Samson

 

 

 

 

 

 

 

Foto by Debbie Samson
Foto by Debbie Samson

 

 

 

 

 

 

 

Acaranya dibreak sejenak oleh panitia dengan menyuguhkan makanan2 ringan dan minuman (yang pasti bukan sageru atau sopi deh.. huehehe :-)) untuk mengembalikan stamina dari para peserta musyawarah yang telah terkuras karena beradu argumentasi. Yang lain manfaatkan waktu jedah ini dengan berkelakar dan foto-foto pula.. hmmm.. intip mereka makan yuuuukkk.. tapi jangan sampai ngiler yah.. hihihi🙂

Foto by Debbie Samson

Foto by Debbie Samson

 

 

 

 

 

 

 

Foto by Debbie Samson

Foto by Debbie Samson

 

 

 

 

 

 

 

Foto by Debbie Samson

Foto by Debbie Samson

 

 

 

 

 

 

 

Foto by Debbie Samson

Foto by Debbie Samson

 

 

 

 

 

 

 

Setelah melalui masa rehat, musyawarah pun dilanjutkan kembali. Diskusi berjalan cukup alot, dan akhirnya forum ini membuat keputusan akhir dan pernyataan sikap mereka untuk memajukan pembangunan Negeri Hatukaturu Henamantelu di waktu-waktu mendatang. Berikut adalah salinan hasil keputusan yang telah dirangkum dan dirumuskan oleh Panitia Hatu Bakudapa, Pemerintah, Pihak Gereja dan juga Anak-anak Negeri Hatu yang telah menyelesaikan forum Musyawarah Anak-anak Negeri Hatu.

Salinan Hasil Keputusan dan Pernyataan Sikap

MUSYAWAH ANAK-ANAK HATUKATURU HENAMANTELU

Hatu, 30 Desember 2010

PERNYATAAN SIKAP

Setelah mendengar saran, usul dari forum ini, maka kami Anak-anak Negeri Hatukaturu Henamantelu melalui musyawarah ini bertekad dan bersepakat untuk membentuk suatu Perhimpunan Ikatan Masyarakat Hatukaturu Henamantelu, sekaligus disaat ini memilih Dewan Pengurus untuk masa Bakti 2011-2015. Maka berangkat dari butir-butir pada Tujuan, Visi dan Misi Hatu Bakudapa 2010 antara lain :

  • Mensyukuri kasih sayang dan anugerah Tuhan Yesus kepada Negeri Hatu dan semua anak-anak Hatukaturu Henamantelu
  • Memperkokoh persekutuan umat dan mempererat tali persaudaraan Hatukaturu Henamantelu di berbagai tempat
  • Menyatukan Visi dan Misi anak-anak Hatukaturu Henamantelu untuk membangun Negeri Hatu dan menjadi motivasi bagi semua orang
  • Menjadikan Negeri hatu sebagai suatu komunitas masyarakat/jemaat yang hidup dalam ikatan persaudaraan kekristenan sejati yang berkualitas
  • Mendorong terwujudnya ketahanan moral dan spiritual masyarakat yang hidup Aman, Adil dan Beradab
  • Mengoptimalkan seluruh sumberdaya alam dan lingkungan berdasarkan asas keanusiaan bagi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat
  • Menjalin kerjasama dengan para stakeholders diberbagai bidang guna mendukung penyelenggaraan pembangunan di Negeri Hatu, baik di tingkat Lokal, Regional maupun Nasional

Demikian hasil kesepakatan ini kami buat sebagai suatu pernyataan sikap Anak-anak Negeri Hatukaturu Henamantelu.

 

Hatu, 30 Desember 2010

PERWAKILAN/UTUSAN ANAK-ANAK NEGERI HATU

1.  Ambon

2.  Jakarta

3.  Sorong

4.  Makassar

5.  Surabaya

6.  Manado

7.  Hatu

8.  Bintuni

9.  Timika

10. Manokwari

 

Turut Menyaksikan,

Ketua Majelis Jemaat GPM Hatu

Kepala Pemerintahan Negeri Hatu

 

Pdt. J. Ch. Batlayeri

Marcus Hehalatu

 

Proses penandatangan pernyataan sikap dari perwakilan-perwakilan dari berbagai daerah sekaligus memberikan dukungan penuh terhadap hasil keputusan yang telah dirumuskan.

Bpk. Jopie Picaulima (Jakarta)
Bpk. Ekky Tipawael (Sorong)

 

 

 

 

 

 

 

Bpk. Gustaf Manuputty (Manokwari)
Bpk. Ishak Leimena (Timika)

 

 

 

 

 

 

 

Turut ditanda tangani oleh pihak gereja dan pemerintah Negeri Hatu, yang diwakili oleh Ketua Majelis Jemaat GPM Hatu Bpk. Pdt. J. Ch. Batlayeri dan Ketua Saniri Bpk. Jance Manuputty

Pdt. J. Ch. Batlayeri
Bpk. Jance Manuputty

 

 

 

 

 

 

 

Setelah penandatanganan hasil keputusan dan pernyataan sikap oleh perwakilan-perwakilan cabang, maka hasil keputusan Musyawarah Anak-anak Negeri Hatu yang dilaksanakan pada tanggal 30 Desember 2010 dinyatakan SAH. Selanjutnya, hasil tersebut diserahkan kepada Pemerintah Negeri Hatu pada Ibadah Malam Kunci Tahun tanggal 31 Desember 2010. Penyerahan dilakukan oleh Bpk. Gustaf Manuputty selaku moderator musyawarah, mewakili Panitia Hatu Bakudapa 2010 dan diserahkan kepada Pemerintah Negeri Hatu yang akan diterima oleh Ketua Saniri Bpk. Jance Manuputty. Hasil Keptusan dan Pernyataan Sikap ini diusulkan oleh forum untuk digunakan sebagai acuan dalam pembuatan program-program perioritas pembangunan di Negeri Hatu nantinya.

Demikian sekilas gambaran tentang Acara Musyawarah Anak-anak Negeri Hatu yang coba saya terjemahkan melalui foto-foto. Mohon maaf atas keterbatasan dan kekurangannya yah.. Semoga bermanfaat untuk semua.. Amatooooo

 

Note : Semua foto-foto tersebut diatas adalah hasil jepretan Aunty Debbie Samson di Jakarta.. Dankeeeee banyak Aunty.. Luv You pull.. ♥ ♥ ♥


2 Comment(s)

  1. Christophel Wayne

    31 Januari 2011 pukul 12:41 pm

    Vensca, please translate these images to me. I have difficulty to understand what you have written in your article.



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: